Wednesday, April 11, 2012

Pentingnya Membaca


Banyak orang beranggapan membaca itu tidak penting. Wajar saja bila budaya baca belum menjadi budaya masyarakat kita. Pentingnya membaca belum menjadi tradisi yang harus dijalani setiap hari agar hidup berprestasi dan mau berbagi.
13339503021173453816
Pentingnya Membaca
Ketika kecil, ibu dan ayah selalu memberi contoh kami anak-anaknya untuk rajin membaca. Majalah, koran, buku menjadi santapan kami setiap harinya di saat senggang. Waktu membaca biasanya lebih enak pagi hari. Pikiran masih segar dan belum bercampur dengan aktivitas lainnya.sebelum tidur juga bagus, asalkan kita mampu memanage waktu dengan baik. Kapanpun, dimanapun kegiatan membaca akan mengasyikkan bila kita telah menjadikan membaca sebuah kebutuhan. Masuk ke dalam alam bawah sadar kita bahwa membaca itu penting sehingga tak akan pernah kita meninggalkan membaca setiap harinya.
Bagi anda yang sibuk atau super sibuk, ikuti kursus baca kilat. Dengan begitu anda bisa membaca dengan cepat dan tetap memahami apa yg dibaca.
Ketika mengikuti seminar baca kita dan membeli buku agus setawan, saya menjadi tahu bahwa membaca buku itu ada tekniknya. Pertama lihat cover depannya lalu baca cover belakangnya. Intisari buku biasanya ada di daftar isi dan kata pengantar penulisnya.mulailah dulu membaca bab pertama dari situlah kita akan tahu menarik tidaknya sebuah buku. Bila bentuk bukunya merupakan kumpulan artikel, baca artikel yang judulnya sama dengan judul buku. Seperti buku menjadi guru tangguh berhati cahaya yang dituliskan oleh wijaya kusumah.
Membaca buku tidak harus menyerap seluruh isi buku. Kecuali bila buku tersebut memang mengajarkan keterampilan dari a sampai 7 seprti buku-buku komputer yang isinya mengajak pembaca mencobanya secara langsung di depan layar komputer.
Pentingnya membaca seharusnya sudah disampaikan oleh orang tua kita. Khususnya ibu yang menjadi perpustakaan pertama anak-anaknya. Peran ibu dalam mengenalkan kegiatan membaca di rumah atau dalam keluarga sangat penting. Sebab ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak-anaknya.oleh karenanya keteladanan ibu dalam membaca membuat anak pun menjadi suka membaca. Anak-anak kita lebih melihat apa yang dilakukan ibunya ketimbang perkataannya. Itulah mengapa ibu sangat berperan besar dalam mengajarkan pentingnya membaca di rumah. Bila kesadaran membaca sudah tumbuh mulai dari rumah, maka ketika anak keluar dari rumah dia akan pula menyebarkan virus membaca kepada orang-orang di sekitarnya.
Sebaiknya setiap keluarga berlangganan koran dan majalah. Dengan begitu akan banyak informasi didapatkan dari proses membaca. Jangan sayang untuk keluar uang sebab dari berlangganan majalan dan koran banyak informasi penting yang kita dapatkan. Oleh karenanya pemilihan majalah dan koran yang layak dibaca oleh keluarga kita harus dilakukan dengan arif bijaksana. Lihatlah majalan dan koran mana saja yang berkualitas dan sesekali ajak anak pergi ke toko buku dan perpustakaan. Dengan begitu semangat membacanya tak pernah hilang dalam diri, karena termotivasi terus setiap harinya.
Ibu yang banyak membantu saya untuk rajin membaca. Ibu pulalah tempat saya bertanya bila saya tidak tahu. Ibu bisa menjawab apa yg ditanyakan karen a ibu tak pernah lepas dari kegiatan membaca dan terus belajar sepanjang hayat.
Ibu sedikit sekali tidurnya. Setelah sholat tahajud ibu biasanya membaca kalam ilahi dan membaca buku sambil menunggu waktu subuh tiba. Usai sholat subuh ibu biasanya sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi buat anak-anaknya. Sambil menyiapkan sarapan pagi itu ibu biasanya mencuci baju kami. Waktu itu belum ada mesin cuci seperti sekarang sehingga dapat dibayangkan ibu berpeluh keringat mencuci baju anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Terkadang ibupun masih sempat mengepel lantai rumah kami. Ketika kami terbangun dari mimpi, rumah serasa segar dan asri serta bau masakan ibu yang akan kami santap pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.
Sisihkan waktu untuk membaca. Itu pesan ibuku yang nasih terngiang-ngiang di telingaku. Rabun membaca akan membuatmu lumpuh menulis. Bila kamu ingin bisa menulis, maka perbanyaklah membaca. Dengan banyak membaca, tulisanmu akan semakin berkualitas karena seringnya membaca tulisan orang lain.
Pentingnya membaca sudah harus dikampanyekan dalam keluarga-keluarga kita. Atur waktu dengan baik sehingga kegiatan membaca menjadi menyenangkan. Apapun profesi dan pekerjaan kita, membaca menjadi kegiatan yang harus dilakukan. Bila budaya baca telah tertanam selagi muda, maka ketika tua akan banyak informasi dan ilmu yang masuk ke dalam otak kita. Mereka yang rajin membaca biasanya tidak cepat pikun di hari tua, dan itu terlihat dari mereka yg hobi membaca. Seperti wartawan senior ibu herawati diah yang berusia 95 tahun, msih enerjik dan menginspirasi kita yang muda.
Hidupkan hari-harimu dengan membaca, dan tuliskan apa yang telah engkau baca. Ikatlah ilmu dengan cara menuliskanya. Dengan begitu engkau akan menuju keabadian seperti karyu-karya buya hamka yang terkenal itu. Sudahlah anda membaca hari ini?
13339504881696379477

No comments:

Post a Comment